Sunday, April 15, 2007

Pindahan

Untuk sementara, karena beberapa alasan, saya akan pindah menulis di blog saya yang lain

http://kangzamzam.blogsome.com/

Terimakasih

Saturday, April 14, 2007

Masalah Nilai

Syahdan..

Plato : "Yang dikatakan Aristotle semuanya bohong"
Aristotle : "Benar apa yang dikatakan Plato".

Jadi, siapakah yang klaim kebenarannya valid?

=> Paradoks!!! Kata dan logika sering berputar-putar hanya untuk memperlihatkan eksistensinya

Tuesday, March 13, 2007

---




Pagi ini dingin...

I miss U

Monday, March 12, 2007

Pendalaman Studi :)

---

Yakz, akhirnya pindah kelas..

Siang tadi ke TU untuk ganti kelas termodinamika, alasan formalnya karena kelas yang sekarang bentrok dengan jadwal kelas lain, alasan tidak formalnya karena kawan-kawan veteran ngambil termodinamika di kelas sebelah.. Pokoknya demi comfortable dan demi masa depan yang lebih cerah (a.k.a. tidak ngulang sampe 2 kali), Bersama Kita Bisa!! :D

Sebetulnya mata kuliah Termo nih, saya udah lulus. Hanya saja nilainya sangat tidak memuaskan, jadinya dengan tetap hati dan berat hati, saya harus kembali berjuang satu semester mengeluarkan seluruh potensi dan kemampuan serta kecerdasan yang saya miliki untuk menaklukkannya (Semangat '45 bung!!).

Sebagai gambaran, kuliah ini diberi bobot oleh yang berwenang sejumlah 3 sks. Mempelajari dasar-dasar hukum termodinamika nol, I, II, dan III (masuk di sini studi gas ideal, siklus Carnot, entropi, dll). Termodinamika adalah kuliah wajib di sebagian besar disiplin ilmu dasar dan keteknikan. Teknik Mesin, Teknik Fisika, Teknik Material/Metalurgi, Pertambangan & Perminyakan, Teknik Penerbangan, Teknik Kimia, Teknik Sipil, Teknik Kelautan..; adalah beberapa diantaranya.

Untuk mendapatkan IPK yang sesuai harapan, saya memang harus mendapat nilai maksimal terutama di mata kuliah-mata kuliah berbobot besar. So, whatever it takes, I'll try my best, berjuang mendapatkan nilai A sekarang!

PS: Insya Allah lulus 4,5 tahun, minta do'anya saudara..

Sunday, March 11, 2007

muntahan hati



Kulihat ibu pertiwi

sedang bersusah hati
air matanya berlinang
emas intan yang terkenang

hutan gunung sawah lautan
simpanan kekayaan
kini ibu sedang lara
merintih dan berdoa


Benar-benar bersusah hati. Ibarat pohon mangga, sang ibu pertiwi sekarang sedang meranggas. Bukan apa-apa, pohon mangga yang subur dengan buah-buahnya ini, ditimpuki anak-anak, diterpa hujan badai pucuk-pucuk daunnya, banjir sampai mencapai 5-per-6 bagian tingginya, longsor tanah tempat sang akar menggantung, kepanasan dahan kering kerontang, jadi bahan amukan hama (wereng berdasi, tikus-tikus busuk, ulat-ulat berbulu palsu, kecoak-kecoak bau, juga cacing-cacing dan semut-semut nakal..)

Dari luar dan dalam negri, di atas dan di perut bumi, musibah seakan-akan senang sekali berdekatan dengan kita, layaknya sedarah sedaging. dari ujung barat sampai ujung timur, bencana dan musibah silih berganti berkunjung tanpa kita--hah, apa kita cukup berharga untuk--mengirim undangan. Pergolakan memang tengah mendera tanah ini.

26 Desember 2004 mulut kita menganga, mata kita berair, hidung kembang kempis, ketika sang telinga mendengar, sang mata membaca dan menonton, gelombang air raksasa menghantam dan meluluhlantakkan saudara tercinta kita di ujung paling barat negeri tongkat-kayu-dan-batu-jadi-tanaman.
27 Mei 2006 kembali tumpah sisi melankolik kita. Jogja bergetar, 6 skala Richter! Bersamaan LuSi yang tidak cantik menghadiahi kita dengan semburan muntahan cair yang tentu saja sangat tidak mengenakkan, mending saja kalo bisa diibaratkan muntahan yang murni polos dari sesosok bayi mungil, hanya saja, muntahan ini nampaknya dikeluarkan oleh kakek-bau-tamak-rakus yang ingin memasukkan seluruh makanan ke mulut keriputnya.. ueeeeek.
26 Januari 2007, Jakarta yang biasanya kerontang, tumben-tumben kelebihan air, 5 meter terukur di atas bumi oleh penggaris-plastik-hello-kitty kita.

dan yang sangat fenomenal saudara..
17 Agustus 1945 s.d. 11 maret 2007 (dan amat sangat mungkin sekali masih terjadi pada saat anda baca tulisan ini); praktek penjajahan oleh elit, korupsi, kebodohan masyarakat, tidak amanahnya pemegang jabatan publik, pertentangan sesama; seakan menjadi musibah PALING BESAR orang nusantara..

Kapan saudara, kapan ini akan berakhir?

Kita seakan sudah bisa beradaptasi dengan keadaan ini. Sudah imun. Sampai lupa kita merenung kenapa hal ini terjadi pada kita?!! Lupa? ya, karena kita orang adalah bangsa yang punya memori cukup terbatas. Hari ini marah, besok bangun tidur sudah tak ingat, hatta bagaimana rasa marah itu sendiri.

Bagus kiranya kalau kita tanya pada diri ini, sekarang, banget, sekarang banget. Apakah kita bisa mengambil hikmah dari seluruh kegetiran-kegetiran yang ada?
Tanya saja, ayo tanya, tak apa-apa, biarkan hati kecil yang menjawab..






"Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri".
(TQS Yunus : 44)